Media ternama Amerika Serikat, Los Angeles Times, menerbitkan ulasan kritis mengenai posisi Stray Kids dan ENHYPEN dibandingkan dengan pencapaian BTS. Ulasan tersebut dibuat oleh Mikael Wood dan dirilis dalam edisi terbaru Los Angeles Times yang terbit baru-baru ini.
Pada kesempatan ini, Mikael Wood mengulas masalahh ini usai menyaksikan penutupan rangkaian konser BTS di SoFi Stadium, California. Ia menilai bahwa industri KPop memang berhasil memperluas pengaruhnya di budaya populer global selama BTS menjalani masa hiatus militer. Kendati demikian, grup-grup generasi penerus yang aktif dinilai belum mampu mengulang kesuksesan crossover lintas batas yang setara dengan mega-grup tersebut.
Wood menggarisbawahi bahwa perbedaan mendasarnya bukan terletak pada soliditas maupun besarnya basis penggemar . Baik Stray Kids maupun ENHYPEN terbukti mampu mencatatkan angka penjualan album fisik dan merchandise yang luar biasa berkat loyalitas komunitas penggemar mereka. Namun, keduanya dinilai belum berhasil menembus pasar pendengar kasual secara masif, sebuah capaian yang diraih BTS lewat lagu-lagu hit global seperti “Dynamite” dan “Butter”.
Ulasan tersebut dirilis bertepatan dengan rampungnya tur dunia BTS bertajuk ‘ARIRANG’ di kawasan Amerika Utara. BigHit Music mengonfirmasi bahwa tur tersebut sukses menyedot sekitar 1,92 juta penonton di 12 kota dengan total 31 pertunjukan yang seluruh tiketnya ludes terjual.
Sebanyak empat konser penutup yang digelar di SoFi Stadium pada 1, 2, 5, dan 6 September menyumbang sekitar 282.000 penonton secara langsung, sekaligus disiarkan via live streaming di platform Weverse ke pemirsa di 177 negara.
Dengan pencapaian tersebut—ditambah rekam jejak empat konser terdahulu pada 2021—BTS kini resmi menjadi artis yang paling sering menggelar konser tunggal di SoFi Stadium sebanyak delapan kali. Kedelapan konser itu berhasil mengumpulkan total penonton kumulatif mencapai sekitar 496.000 orang.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.



