G-Dragon BIGBANG dan produser eksekutif YG Entertainment, Yang Hyun Suk, resmi dinyatakan bersih dari segala tuduhan pelanggaran hak cipta.
Berdasarkan laporan media Korea pada 7 Oktober, Kepolisian Mapo Seoul memutuskan untuk tidak melimpahkan kasus tersebut ke pihak kejaksaan pada 7 April lalu setelah menyimpulkan bahwa tidak ada unsur pidana dalam laporan yang ditujukan kepada G-Dragon, Yang Hyun Suk, dan pihak terkait lainnya. Kepolisian menjelaskan bahwa sangat sulit untuk menemukan adanya unsur kesengajaan dalam pelanggaran hak cipta tersebut.
Kasus ini bermula pada November 2024 ketika seorang komposer yang diidentifikasi sebagai “A” melayangkan laporan ke kepolisian. Pelapor mengklaim bahwa lagu ciptaan dan aransemennya yang berjudul “G-DRAGON” pernah masuk dalam album kompilasi hip-hop tahun 2001, di mana saat itu G-Dragon ikut berpartisipasi sebagai anggota termuda di usia 13 tahun. Menurut laporan tersebut, lagu itu kemudian digunakan tanpa izin dalam konser solo G-Dragon tahun 2009 dan dirilis ulang dengan judul berbeda, yaitu “My Age Is 13”, dalam album langsung “Shine a Light” pada 2010. Komposer A juga mempermasalahkan pencantuman namanya yang hilang dalam kredit saat judul lagu diubah.
Selama proses investigasi berlangsung, pihak kepolisian bahkan sempat menggeledah markas besar YG Entertainment di Mapo-gu, Seoul, serta beberapa lokasi lainnya sebanyak dua kali pada tahun lalu.
Sejak awal, YG Entertainment dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut. Agensi menjelaskan bahwa ada dua lagu dengan judul yang sama dibawakan bersamaan dalam konser 2009, dan lagu karya komposer A dicatat sebagai “My Age Is 13”—frase yang diambil dari baris pertama liriknya—semata-mata untuk membedakan kedua trek tersebut. YG menekankan bahwa sama sekali tidak ada niat untuk menyalin lagu tanpa izin ataupun melanggar hak cipta.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.
