Gugatan hukum yang dilayangkan oleh HYBE terhadap mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, terkait konfirmasi pengakhiran perjanjian pemegang saham akan segera memasuki sidang banding pertamanya pada bulan Desember mendatang.
Berdasarkan informasi dari komunitas hukum pada 16 Oktober, Pengadilan Tinggi Seoul menjadwalkan sidang banding perdana atas gugatan yang diajukan HYBE terhadap Min Hee Jin ini pada 17 Desember pukul 14:40 KST.
Sebelumnya, pada 12 Februari, Divisi Perjanjian Sipil 31 Pengadilan Distrik Seoul Pusat telah menolak gugatan yang diajukan oleh HYBE dan memerintahkan pihak agensi tersebut untuk menanggung seluruh biaya litigasi. Tidak terima dengan putusan tersebut, HYBE lantas mengajukan banding atas putusan tingkat pertama.
Perseteruan di antara kedua belah pihak berpusat pada perdebatan mengenai apakah perjanjian pemegang saham telah sah diakhiri serta apakah Min Hee Jin memenuhi syarat untuk mengeksekusi hak opsi jual (put option)-nya. HYBE mengeklaim bahwa mereka telah membatalkan perjanjian tersebut atas dasar dugaan bahwa Hee Jin berupaya membawa pergi NewJeans. Di sisi lain, Hee Jin membantah tudingan tersebut dengan menyatakan bahwa dirinya tidak pernah melanggar kontrak dan telah menggunakan hak opsi jualnya saat perjanjian itu masih berlaku sah.
Majelis hakim di pengadilan tingkat pertama sebelumnya mengakui bahwa Hee Jin memang sempat menjajaki cara-cara agar ADOR bisa mandiri. Kendati demikian, pengadilan memutuskan bahwa langkah tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai pelanggaran yang cukup serius untuk membatalkan perjanjian pemegang saham.
Menanggapi penjadwalan sidang banding ini, pihak Min Hee Jin menyatakan, “Dalam persidangan tingkat banding nanti, kami juga akan menghadapinya dengan sungguh-sungguh berdasarkan fakta objektif serta prinsip-prinsip hukum yang telah ditegakkan oleh pengadilan tingkat pertama.”
Di sisi lain, dalam gugatan terpisah terkait sengketa opsi jual (put option), pengadilan tingkat pertama sebelumnya telah memerintahkan HYBE untuk membayar kompensasi kepada Min Hee Jin sekitar 25,5 miliar Won. Namun, jadwal untuk sidang banding pertama atas kasus gugatan opsi jual tersebut hingga kini masih belum ditentukan.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.



