Agensi Keyeast Entertainment mengambil langkah hukum tegas untuk menindak kejahatan deepfake yang menyasar para artisnya. Hal itu disampaikan oleh agensi tersebut pada 13 Oktober 2026 lalu.
Lewat pernyataan yang dirilis, pihak agensi mengumumkan bahwa mereka baru saja mendapati sejumlah kasus pembuatan dan penyebaran konten deepfake, termasuk materi palsu hasil kecerdasan buatan (AI-generated) serta konten bermuatan seksual yang menargetkan artis-artis mereka.
“Kami telah mengamankan bukti-bukti yang relevan dan melayangkan laporan resmi kepada pihak berwenang,” ujar perwakilan agensi, sembari menambahkan bahwa proses hukum saat ini sedang berjalan.
Keyeast menegaskan betapa seriusnya masalah ini, dengan menyatakan bahwa tindakan semacam itu jauh melampaui batas komentar atau konten jahat biasa di internet. “Kami memandang hal ini sebagai masalah serius yang merusak martabat dan reputasi para artis kami secara parah,” tegas pihak agensi.
Sebagai upaya pencegahan agar kerugian tidak meluas, agensi meningkatkan pengawasan di berbagai platform utama, termasuk komunitas daring domestik maupun internasional serta media sosial. Mereka juga membuka pintu bagi para penggemar untuk turut melaporkan segala bentuk pelanggaran hak-hak artis.
“Kami akan terus mengumpulkan bukti kejahatan deepfake, pencemaran nama baik, serangan personal, dan pelanggaran privasi,” lanjut pihak agensi. “Tidak akan ada keringanan atau jalur damai dalam keadaan apa pun.”
Sebagai informasi, Keyeast Entertainment menaungi sejumlah aktor dan aktris papan atas, di antaranya Cha Seung Won, Kim Hee Ae, Bae Jung Nam, Lee Joo Bin, hingga Chae Jung An.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.



