Stasiun televisi tvN memastikan jika drama “Signal Season 2” atau “The Second Signal” akan tayang mulai bulan Desember mendatang. Kepastian itu diungkap oleh stasiun televisi tersebut pada hari ini, 6 November 2026.
Berdasarkan pernyataan yang dirilis, tvN mengungkap jika drama tersebut akan tayang perdana pada tanggal 7 Desember mendatang dan mengisi slot drama Senin-Selasa.
Stasiun televisi ini mengatakan jika mereka menanggapi dengan serius kekhawatiran dan pendapat yang disampaikan oleh para penonton terkait drama “The Second Signal”.
tvN menyebut jika perilaku tidak pantas yang dilakukan oleh salah satu pemeran di masa lalu tentu bukan hal yang bisa mereka anggap sepele. Namun, “The Second Signal” bukanlah karya yang dihasilkan oleh satu orang pemeran saja. Sejak tahap perencanaan awal, proses syuting, hingga pascaproduksi, drama ini merupakan karya kolaboratif yang tercipta berkat waktu dan kerja keras dari banyak staf, kru produksi, serta pihak-pihak lain yang terlibat. tvN meyakini penting untuk memisahkan antara penilaian terhadap seorang pemeran, nilai dari karya itu sendiri, dan upaya dari para kreator yang telah berkontribusi di dalamnya.
Mempertimbangkan genre drama tersebut, tvN memutuskan untuk menayangkan drama tersebut pada waktu yang lebih malam, yakni pukul 10 PM KST, alih-alih jadwal tayang yang direncanakan sebelumnya. Selain itu, dengan memperhatikan perkembangan alur cerita dan pengalaman menonton secara keseluruhan untuk serial yang terdiri dari delapan episode ini, mereka akan menayangkan tiga episode pertama pada minggu penayangan perdana.
Nantinya, pada hari penayangan perdana, episode 1 dan 2 akan ditayangkan secara berturut-turut. Episode pertama akan dipersingkat sedikit—hanya sebatas yang diperlukan agar alur cerita tetap terjaga dan penonton tetap dapat menikmati tayangan tersebut dengan baik. Keesokan harinya, episode 3—yang menandai dimulainya alur cerita utama—akan ditayangkan. Setelah itu, satu episode akan disiarkan setiap hari Senin dan Selasa.
tvN juga menjelaskan, sebelum sampai pada keputusan ini, mereka telah menjajaki berbagai cara untuk meminimalkan kekhawatiran yang ada, sembari tetap menjaga kualitas drama secara keseluruhan. Mereka juga sempat mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian menggunakan teknologi video, bahkan melakukan uji coba untuk mengganti karakter tertentu dengan kecerdasan buatan (AI). Namun, mereka mendapati bahwa metode-metode tersebut memiliki keterbatasan dalam mereproduksi penampilan akting secara alami serta menjaga kelancaran alur cerita, sehingga sulit untuk diterapkan.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.



