Kim Soo Hyun resmi dibebaskan dari seluruh tuduhan pelanggaran Undang-Undang Kesejahteraan Anak. Hal itu diketahui berdasarkan pernyataan yang dirilis oleh pihak kepolisian kemarin, 29 Juli 2026.
Berdasarkan pernyataan yang dirilis, kepolisian menyimpulkan bahwa tuduhan pelecehan seksual terhadap mendiang Kim Sae Ron saat sang aktris masih di bawah umur adalah tuduhan yang sama sekali tidak terbukti. Dengan keputusan ini, Soo Hyun kini sepenuhnya terbebas dari jerat kontroversi hukum tersebut.
Kepolisian Seongdong baru-baru ini memutuskan untuk tidak melimpahkan kasus Kim Soo Hyun ke kejaksaan atas tuduhan pelanggaran UU Kesejahteraan Anak dan tuduhan palsu. Kepolisian memfokuskan penyelidikan pada tuduhan apakah Soo Hyun pernah mengencani mendiang aktris tersebut sebelum berusia 18 tahun serta apakah terjadi pelecehan seksual. Dari hasil penyelidikan mendalam, penyidik menyimpulkan bahwa seluruh klaim mengenai hubungan asmara saat Kim Sae Ron masih di bawah umur adalah tidak benar.
Sebelumnya, keluarga Kim Sae Ron bersama YouTuber Kim Se Ui mengajukan laporan pidana terhadap Soo Hyun pada Mei tahun lalu. Laporan tersebut didasarkan pada klaim yang disampaikan dalam konferensi pers yang digelar oleh Kim Se Ui dan pengacara Bu Ji Seok. Dalam laporannya, pihak keluarga mengklaim bahwa Soo Hyun melakukan tindakan pelecehan dan kekerasan seksual terhadap Kim Sae Ron pada tahun 2014, saat sang aktris masih duduk di bangku kelas 2 SMP (berusia 14 tahun).
Dalam konferensi pers bulan Mei tersebut, Kim Se Ui merilis rekaman suara yang diklaim sebagai suara asli Kim Sae Ron saat berbicara dengan seorang kenalan dari New Jersey. Pihak Kim Se Ui mengutip potongan kalimat dari rekaman tersebut sebagai bukti utama untuk memperkuat tuduhan eksploitasi anak.
Namun, hasil pemeriksaan forensik mengungkap fakta mengejutkan: rekaman suara tersebut terbukti palsu dan dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Divisi Ilmu Forensik Kejaksaan Agung menemukan bukti adanya manipulasi teknis, di mana frekuensi suara dalam rekaman menunjukkan ketidaksesuaian karakteristik vokal. Pihak kepolisian juga tidak menemukan bukti keberadaan kenalan dari New Jersey tersebut dan membuka kemungkinan bahwa suara lawan bicara dalam rekaman itu juga hasil buatan AI.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.
