SM Entertainment mengajukan permintaan penyitaan sementara atas aset milik member EXO-CBX (Chen, Baekhyun, dan Xiumin). Hal itu dilaporkan oleh berbagai media di Korea Selatan kemarin, 11 Februari 2026.
Menurut laporan yang dibuat, SM Entertainment mengajukan permohonan penyitaan sementara terhadap properti dan dana jeonse dengan total nilai sekitar 2,6 miliar Won. Rinciannya meliputi 300 juta Won atas nama Chen, 1,6 miliar Won atas nama Baekhyun, dan 700 juta Won atas nama Xiumin. Tindakan ini disebut dilakukan berdasarkan kesepakatan pada Juni 2023 yang mengatur bahwa 10% dari pendapatan aktivitas individu para anggota dialokasikan kepada SM Entertainment.
Penyitaan sementara merupakan prosedur hukum yang bertujuan membatasi pihak terkait dalam mengalihkan atau menjual asetnya, guna mencegah potensi kerugian finansial selama proses sengketa berlangsung. Aset yang terdampak dilaporkan mencakup dana jeonse milik Chen, apartemen Baekhyun di Acheon-dong, Guri-si, Provinsi Gyeonggi, serta apartemen Xiumin di Hannam-dong, Yongsan-gu, Seoul.
Perselisihan antara SM Entertainment dan EXO-CBX bermula pada 2023 ketika ketiganya menyampaikan niat untuk mengakhiri kontrak eksklusif mereka. Kesepakatan selanjutnya memungkinkan aktivitas grup EXO tetap berjalan di bawah naungan SM, sementara aktivitas individu dikelola oleh INB100, dengan kewajiban pembayaran 10% pendapatan pribadi kepada SM.
Namun, pada tahun berikutnya, EXO-CBX disebut menuding SM tidak menjalankan isi kesepakatan serta menahan pembayaran royalti, sehingga memicu kembali proses hukum. Saat ini, SM Entertainment tengah mengajukan gugatan untuk menegakkan kontrak eksklusif tersebut, dan kedua belah pihak masih menjalani proses persidangan.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.



