WAKEONE, agensi yang menaungi boy group ALPHA DRIVE ONE, mengeluarkan peringatan keras terkait langkah hukum tegas terhadap tindakan pembocoran, penyebaran, dan penyalahgunaan informasi pribadi para artisnya tanpa izin.
Pada 18 September, WAKEONE merilis pernyataan resmi yang mengonfirmasi adanya kebocoran data pribadi milik salah satu artisnya, Anxin. Kebocoran data itu beredar luas di media sosial serta berujung pada penyalahgunaan informasi tersebut.
Menanggapi pelanggaran ini, pihak agensi mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menghentikan aktivitas penyebaran tersebut. WAKEONE menegaskan komitmen tanpa toleransi dan siap menempuh seluruh jalur hukum demi menindak setiap tindakan yang mencederai privasi serta hak-hak artis mereka.
Pihak agensi menjelaskan bahwa menyebarkan informasi pribadi figur publik tanpa persetujuan merupakan bentuk pelanggaran hak asasi yang serius. Terlebih, penggunaan data sensitif seperti dokumen identitas untuk keperluan penipuan atau penyamaran dinilai berisiko merugikan sang artis sekaligus pihak ketiga lainnya.
Saat ini, WAKEONE secara aktif mengumpulkan bukti digital dan menggandeng firma hukum SHIN & KIM LLC untuk memproses gugatan pidana maupun perdata. Langkah tegas ini mencakup penindakan atas tindakan pembagian ulang, pengubahan data, pemalsuan identitas, hingga pemanfaatan informasi pribadi secara ilegal.
Agensi juga meminta penggemar dan masyarakat untuk tidak turut menyebarluaskan konten bocoran tersebut, melainkan mengirimkan tautan serta bukti pendukung ke saluran pelaporan resmi demi kepentingan investigasi. WAKEONE memastikan akan terus memantau situasi secara berkala guna menjamin keamanan dan kenyamanan artis binaannya.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.



