Perusahaan produksi di balik teater musikal ‘Dream High 2’ menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan Youngjae GOT7 terkait sengkarut penundaan pembayaran honor para pemainnya. Permintaan maaf itu disampaikan melalui Dispatch pada 10 Juni 2026 lalu.
Melalui Dispatch, CEO Kim Eun Ha menyatakan penyesalan mendalam dan meminta maaf karena telah mengecewakan para aktor serta kru yang telah bekerja keras menyukseskan pertunjukan tersebut. Pihak Art One Company berdalih bahwa mereka mengalami kendala finansial yang tak terduga selama proses produksi berjalan. Kendati demikian, mereka mengklaim tetap bertanggung jawab dan mengklaim telah mencapai kesepakatan damai dengan pihak sang idola untuk merampungkan seluruh sisa pembayaran pada akhir Juni ini.
Langkah ini diambil setelah sehari sebelumnya, Youngjae GOT7 berani bersuara di media sosial mengenai haknya yang digantung selama hampir satu tahun. Agensi sang idola bahkan bersiap menempuh jalur hukum dan membeberkan bahwa lebih dari setengah honor sang artis belum dilunasi. Berdasarkan laporan investigasi Dispatch, nasib malang ini tidak hanya menimpa sang idola, melainkan juga dialami oleh beberapa aktor lain dengan total kerugian kolektif mencapai ratusan juta Won.
Namun, pernyataan sepihak dari promotor tersebut langsung dibantah keras oleh Andbut Company selaku agensi Youngjae GOT7. Mereka menegaskan tidak pernah ada kesepakatan atau konfirmasi apa pun mengenai tenggat waktu pelunasan di akhir Juni.
Menurut agensi, pihak promotor hanya memberikan janji verbal untuk menyusun rencana pembayaran baru, padahal skema serupa yang diajukan akhir tahun lalu saja berujung zonk dan tidak ditepati. Alasan inilah yang membuat agensi meragukan itikad baik maupun kemampuan finansial perusahaan tersebut.
Mengingat situasi yang tidak pasti, pihak Youngjae menyatakan akan tetap melanjutkan gugatan hukum demi menuntut hak yang belum terpenuhi.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.



