Buntut Perselisihan Kontrak, Aset Properti Younghoon dan Q The Boyz Disita Sementara oleh Mantan Agensi

the boyz

Sumber gambar: Naver

Aset properti milik dua member The Boyz, Younghoon dan Q, resmi dibekukan setelah pengadilan mengabulkan permohonan penyitaan sementara yang diajukan pihak agensi One Hundred Label. Hal itu terungkap berdasarkan sidang yang diadakan pada 24 Juli 2026 lalu.

Berdasarkan keterangan sumber hukum pada 24 Juli, Divisi Perdata 51 Pengadilan Distrik Seoul Timur menyetujui permohonan One Hundred Label pada 16 Juli untuk menyita aset properti milik Younghoon. Aset yang terdampak adalah sebuah unit apartemen di kawasan Seongdong-gu, Seoul, dengan nilai klaim mencapai sekitar 513,62 juta Won (sekitar Rp6,1 miliar). Tak berhenti di situ, pada 23 Juli pengadilan juga meloloskan permohonan serupa yang menargetkan properti milik Q.

Langkah penyitaan sementara ini diambil One Hundred Label guna mengamankan klaim finansial terkait pengembalian uang muka (down payment) kontrak eksklusif. Pihak agensi berargumen bahwa pembayaran di muka tersebut diberikan dengan asumsi para member akan menyelesaikan seluruh masa kontrak mereka. Karena para anggota dianggap tidak memenuhi sisa masa kontrak tersebut, agensi menilai porsi dana yang tersisa berstatus sebagai keuntungan tidak sah (unjust enrichment) dan wajib dikembalikan.

Pengacara Hyun Dong Yup dari firma hukum Hwagum, yang mewakili One Hundred Label dan CEO Cha Ga Won, membenarkan kabar tersebut. Ia juga menambahkan bahwa pihak agensi sedang mengidentifikasi aset properti yang dimiliki oleh anggota The Boyz lainnya.

Di sisi lain, The Boyz tidak tinggal diam dan langsung mengambil tindakan balasan. Pada 13 Juli, tim kuasa hukum grup dari firma hukum Yulchon telah mengajukan keberatan resmi ke Pengadilan Distrik Seoul Timur untuk menolak perintah penyitaan sementara tersebut.

Perselisihan ini sendiri merupakan kelanjutan dari aksi sembilan member The Boyz (Sangyeon, Jacob, Younghoon, Hyunjae, Juyeon, Kevin, Q, Sunwoo, dan Eric) yang mengajukan penangguhan validitas kontrak eksklusif pada Februari lalu. Saat itu, mereka menuding One Hundred Label gagal memenuhi kewajiban pembayaran hasil pembagian keuntungan. Pengadilan telah memenangkan gugatan para member dan mengabulkan penangguhan kontrak tersebut pada 23 April.

Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.

Exit mobile version