Sengketa kontrak eksklusif antara tiga member EXO—Chen, Baekhyun, dan Xiumin (CBX)—dengan agensi INB100 resmi bergulir di meja hijau pada 7 September. Menariknya, sidang perdana permohonan penangguhan kontrak tersebut berlangsung sangat singkat dan tuntas hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit.
Berdasarkan laporan harian Segye Ilbo, Divisi Perdata 50 Pengadilan Distrik Seoul Pusat menggelar sidang pemeriksaan terkait permohonan perintah penangguhan keberlakuan kontrak yang diajukan oleh trio musisi tersebut. Namun, pihak agensi INB100 sama sekali tidak mengirimkan kuasa hukum ataupun perwakilan resmi dalam persidangan.
Kuasa hukum CBX membeberkan kepada majelis hakim bahwa CEO INB100, Cha Ga Won, saat ini berada dalam status penahanan dan telah kehilangan kontak sejak permohonan hukum tersebut resmi didaftarkan.
Selain menuntut penangguhan sementara, ketiga idol tersebut juga melayangkan gugatan pokok perkara yang meminta pengadilan membatalkan kontrak eksklusif mereka secara permanen. Apabila permohonan injunksi sementara ini dikabulkan oleh hakim, maka ikatan kontrak kerja sama akan dibekukan hingga putusan pengadilan tingkat pertama pada perkara utama berkekuatan hukum tetap.
INB100 sendiri awalnya didirikan oleh Baekhyun pada Juni 2023, sebelum akhirnya diakuisisi dan dilebur ke dalam naungan label One Hundred pada Mei 2024. Perselisihan mulai mencuat ke publik sejak April lalu, ketika CBX melayangkan surat pemutusan kontrak sepihak akibat adanya sengketa hak finansial dan pembayaran royalti atau honor penyelesaian (settlement) yang belum dibayarkan.
Di sisi lain, CEO Cha Ga Won sendiri telah didakwa oleh pihak berwenang pada Agustus lalu atas dugaan kasus penipuan dengan nilai kerugian mencapai sekitar 3 miliar Won. Sidang perdana atas kasus pidana penipuan yang menjerat bos agensi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13 Oktober mendatang, dan saat ini status hukumnya masih belum diputus bersalah secara inkrah.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.



