Tim hukum Lee Seung Gi mengumumkan niat mereka untuk mengambil langkah hukum terhadap Cha Ga Won terkait kegagalan pengembalian jeonse. Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Seung Gi kemarin, 6 Agustus 2026.
Menurut pernyataan yang dirilis, tim kuasa hukum Seung Gi menyatakan bahwa perjanjian sewa villa di Hannam-dong, Seoul, telah resmi berakhir pada 6 Agustus. Namun, pihak Cha Ga Won gagal mengembalikan dana deposit tersebut tepat waktu.
Sebelumnya, pengacara Cha Ga Won sempat menjamin di pengadilan bahwa uang jaminan akan dikembalikan tanpa masalah. Akan tetapi, pihak Lee Seung Gi menilai janji tersebut palsu setelah pasangan Cha Ga Won beralasan tak bisa mengembalikan dana karena Cha Ga Won sedang tidak dapat dihubungi. Tim hukum Seung Gi mengecam sikap tersebut sebagai tindakan tidak bertanggung jawab, mengingat sang pasangan selalu terlibat dalam urusan hukum Cha Ga Won.
Akibat penundaan ini, Seung Gi—yang sudah bersiap untuk pindah—harus menanggung kerugian finansial tambahan terkait proses relokasi. Tim hukumnya bahkan mencurigai adanya indikasi skema penipuan jeonse yang direncanakan secara sengaja. Mereka menuding pihak Cha Ga Won telah memanfaatkan nama besar selebriti untuk menarik pinjaman bank dalam jumlah fantastis demi kesepakatan sewa ini, lalu menyalahgunakan uang jaminan tersebut.
Sebagai informasi, Lee Seung Gi menandatangani kontrak jeonse pada tahun 2024 untuk villa senilai 10,5 miliar Won. Dari total dana deposit tersebut, sekitar 7,3 miliar Won dilaporkan didapatkan melalui pinjaman bank.
Di sisi lain, Cha Ga Won sendiri telah ditangkap pada 3 Agustus atas dugaan penipuan bernilai fantastis. Ia dituduh menerima dana muka sebesar 24,2 miliar Won dari perusahaan konten Nomus terkait proyek kekayaan intelektual artis di bawah agensi One Hundred, tetapi gagal menjalankan komitmen bisnis yang telah dijanjikan.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.



