Cuplikan (teaser) untuk album terbaru BTS yang bertajuk ‘ARIRANG’ tengah memicu kontroversi di Amerika Serikat. Kontroversi itu mulai muncul tidak lama setelah teaser berupa video animasi itu dirilis beberapa hari yang lalu.
Menurut laporan media Black Enterprise, para penggemar KPop kulit hitam dan anggota komunitas HBCU mengungkapkan kekecewaan mereka karena merasa penggambaran universitas tersebut dalam teaser tersebut menyinggung isu rasial. Mereka menilai jika video yang dibuat tidak akurat dan kurang sensitif dalam menggambarkan Howard University, salah satu universitas bersejarah bagi komunitas kulit hitam (HBCU) di Amerika Serikat.
Menanggapi gelombang protes yang semakin besar, sebuah pernyataan klarifikasi (disclaimer) kemudian ditambahkan ke dalam video tersebut. Penjelasan itu menyebutkan bahwa karya ini terinspirasi dari artikel The Washington Post tahun 1896 mengenai tujuh pemuda Korea di Howard University.
Beberapa dari pemuda tersebut diyakini sebagai orang Korea pertama yang merekam audio di Washington, D.C., termasuk rekaman awal lagu tradisional “ARIRANG”. Pihak produksi menegaskan bahwa video ini adalah interpretasi modern yang mungkin berbeda dari fakta sejarah dan tidak dimaksudkan sebagai representasi resmi dari tokoh atau peristiwa nyata.
Dalam teaser tersebut, para member BTS digambarkan melakukan perjalanan waktu ke Washington, D.C. abad ke-19 dan tampil di Howard University. Namun, poin utama yang memicu kemarahan adalah penggambaran mahasiswa di sekitar mereka yang mayoritas terlihat sebagai orang kulit putih.
Kritikus berpendapat bahwa visual ini sangat keliru dan mengaburkan identitas budaya serta sejarah institusi tersebut. Banyak pihak menuduh video ini melakukan praktik “whitewashing” karena gagal mencerminkan kontribusi dan pengalaman nyata mahasiswa kulit hitam di sekolah tersebut.
Diskusi hangat pun merebak di platform, seperti Reddit. Banyak pengguna menyebut penggambaran tersebut “tidak sopan” karena konteks sejarah yang sangat penting justru tertutup oleh kepentingan promosi album.
Kritik ini terasa semakin kontras mengingat BTS selama ini sering mengakui pengaruh besar musik kulit hitam, seperti R&B dan Hip-hop, terhadap karya-karya mereka. Hal ini membuat banyak pihak mempertanyakan sensitivitas tim kreatif di balik proyek ‘ARIRANG’ dalam menghormati warisan budaya yang mereka angkat.
Kritik ini terasa semakin kontras mengingat BTS selama ini sering mengakui pengaruh besar musik kulit hitam, seperti R&B dan Hip-hop, terhadap karya-karya mereka. Hal ini membuat banyak pihak mempertanyakan sensitivitas tim kreatif di balik proyek ‘ARIRANG’ dalam menghormati warisan budaya yang mereka angkat.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.



