Perseteruan panas antara HYBE dan mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, tampaknya jauh dari kata usai. HYBE baru saja memberikan sinyal kuat bahwa mereka menolak tawaran rekonsiliasi dengan menempuh langkah hukum agresif guna memblokir eksekusi hak jual saham (put option) milik Hee Jin.
Menurut beberapa media pada hari ini, 15 Maret 2026, HYBE telah resmi mengajukan permohonan pembatalan eksekusi wajib terkait klaim pembayaran saham ke Pengadilan Tinggi Seoul. Langkah ini diambil pada 10 Maret lalu sebagai upaya hukum yang lebih fatal daripada sekadar penangguhan sementara. Dengan mengajukan pembatalan, HYBE bertujuan untuk menghapus hak eksekusi secara permanen, bukan hanya menundanya.
Langkah hukum ini menjadi jawaban dingin atas tawaran damai yang sempat dilontarkan Min Hee Jin dalam konferensi pers pada 25 Februari lalu. Meski Hee Jin memenangkan persidangan pertama pada 12 Februari, ia sempat menawarkan kesepakatan besar.
Hee Jin menyatakan bersedia melepaskan seluruh klaim uang tersebut dengan satu syarat mutlak: penghentian total semua litigasi perdata dan pidana terhadap dirinya, grup NewJeans, dan mitra-mitra mereka. Kala itu, Hee Jin menekankan bahwa para orang dewasa seharusnya kembali ke “panggung kreativitas” alih-alih terus bertarung di ruang sidang.
Alih-alih menyambut tawaran tersebut, HYBE justru memperkuat posisi hukum mereka. Untuk mencegah dana sebesar 25,5 miliar Won tersebut ditarik secara paksa selama proses banding berlangsung, HYBE telah menyetorkan uang jaminan ke pengadilan sebesar kurang lebih 29,25 miliar Won.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.



