Perdebatan mengenai besarnya pengaruh mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, kembali memanas dalam persidangan ADOR melawan dirinya dan Danielle. Panasnya perdebatan itu kembali mengemuka dalam persidangan yang digelar Pengadilan Distrik Pusat Seoul Pusat pada 23 Juli 2026 lalu.
Dalam sidang keempat untuk kasus perdata ini, kedua belah pihak menyampaikan argumen yang berlawanan terkait metode perhitungan kerugian finansial yang diklaim.
Pihak ADOR berargumen bahwa perkiraan kerugian harus dihitung berdasarkan tren pertumbuhan NewJeans sejak debut mereka pada Juli 2022 hingga Juni 2024, dengan menggunakan periode November 2024 hingga November 2025 sebagai acuan. ADOR menegaskan bahwa kekayaan intelektual (IP) dan nilai komersial NewJeans sudah melekat kuat pada merek perusahaan maupun grup itu sendiri. Oleh karena itu, pergantian produser dinilai tidak seharusnya memengaruhi skema perhitungan kerugian secara signifikan.
Sebaliknya, tim hukum Danielle dan perwakilan Min Hee Jin menolak mentah-mentah pendekatan tersebut. Mereka menilai angka penjualan yang dicapai saat Min Hee Jin masih menjabat sebagai produser tidak bisa dijadikan tolok ukur setelah ia pergi. Pihak tergugat berpendapat bahwa evaluasi kerugian wajib memperhitungkan waktu, biaya perekrutan produser pengganti, pembentukan sistem produksi baru, hingga gangguan operasional bisnis yang timbul selama masa transisi tersebut.
Perdebatan ini turut memicu diskusi hangat di luar ruang sidang. Sejumlah pengamat menilai bahwa penekanan pada absennya Min Hee Jin sebagai faktor penentu kinerja komersial NewJeans justru berisiko mengikis citra independensi dan nilai brand grup itu sendiri.
Pengadilan dijadwalkan menerima laporan penilaian ahli pertama pada 10 September mendatang sebelum memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk mengajukan tanggapan lanjutan. Sidang berikutnya akan digelar pada 22 Oktober.
Gugatan ganti rugi ini merupakan bagian dari perselisihan hukum yang lebih luas antara ADOR dan para mantan member NewJeans. Sebelumnya, ADOR telah memenangkan gugatan terkait validitas kontrak eksklusif serta putusan sela (injunction) yang melarang para anggota melakukan aktivitas mandiri sebelum ada keputusan hukum tetap.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.



