Mantan agensi Park Yoochun, Logbook, secara terbuka membantah klaim dari agensi Jepang dan perwakilan hukum sang artis yang menyatakan bahwa seluruh sengketa kontrak eksklusif dan masalah pajak sang aktor telah selesai. Hal itu disampaikan oleh Logbook pada 11 Juli 2026 lalu.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis, Logbook menegaskan bahwa perseteruan hukum mereka dengan Yoochun masih berjalan. Menurut mereka, putusan pengadilan sebelumnya bukanlah vonis akhir mengenai validitas kontrak atau kepemilikan hak manajemen eksklusif, melainkan sebuah instruksi bahwa konflik tersebut harus diselesaikan melalui proses arbitrase sesuai klausul kontrak.
Logbook menekankan bahwa penentuan jalur arbitrase oleh pengadilan hanya mengatur prosedur dan yurisdiksi penyelesaian masalah, bukan berarti kasusnya telah ditutup. Oleh karena itu, perselisihan mengenai hak manajemen eksklusif serta tuduhan pemutusan kontrak secara sepihak oleh Park Yoochun masih terus bergulir.
Sebagai langkah lanjutan, Logbook berencana mengambil tindakan hukum atas dugaan pencemaran nama baik dan hambatan bisnis. Mereka juga berniat melaporkan perwakilan hukum Yoochun ke Asosiasi Pengacara Korea karena dianggap telah menyebarkan informasi palsu kepada media.
Sebelumnya, pada 1 Juli, agensi Jepang Park Yoochun sempat mengumumkan bahwa semua tuntutan hukum jangka panjang sang artis di Korea Selatan telah berakhir. Mereka mengklaim Yoochun telah mengajukan rencana pembayaran cicilan kepada Layanan Pajak Nasional Korea Selatan dan namanya kini telah dihapus dari daftar penunggak pajak bernilai tinggi. Perwakilan hukum Yoochun kala itu juga memperkuat klaim tersebut dengan menyatakan bahwa gugatan ganti rugi dari mantan agensinya telah ditolak secara resmi oleh pengadilan, sementara kasus kriminal lainnya diselesaikan secara damai.
Namun, respons keras dari Logbook membuktikan bahwa perang hukum di antara kedua belah pihak masih jauh dari kata selesai.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.



