Sengketa hukum antara member THE BOYZ dan agensi mereka, ONE HUNDRED, memasuki babak baru. Hal itu terungkap berdasarkan laporan yang dibuat oleh berbagai media di Korea Selatan pada hari ini, 23 April 2026.
Berdasarkan laporan yang dibuat, pengadilan secara resmi telah mengabulkan permohonan perintah pengadilan (injunction) untuk menangguhkan kontrak eksklusif sembilan member THE BOYZ. Kesembilan member itu adalah Sangyeon, Jacob, Younghoon, Hyunjae, Juyeon, Kevin, Q, Sunwoo, dan Eric. Keputusan ini efektif mengakui bahwa hubungan kerja antara para artis tersebut dengan pihak agensi telah berakhir secara sah menurut hukum.
Melalui perwakilan hukum mereka, pengacara Kim Mun Hui dari firma hukum Yulchon LLC, dijelaskan bahwa pihak pengadilan menerima alasan pemutusan kontrak tersebut setelah ditemukan adanya pelanggaran kewajiban dari sisi agensi. ONE HUNDRED dinilai gagal dalam memenuhi tanggung jawab finansial, seperti pembayaran bagi hasil pendapatan serta penyediaan data transparansi keuangan yang diperlukan untuk memverifikasi akurasi pembayaran tersebut. Selain itu, agensi dianggap abai dalam memberikan dukungan manajemen dan perlindungan bagi artisnya, yang berujung pada rusaknya kepercayaan antara kedua belah pihak.
Salah satu poin krusial dalam persidangan ini adalah perdebatan mengenai bonus tanda tangan (signing bonus). Pihak agensi sempat berargumen bahwa bonus tersebut merupakan “pembayaran di muka” yang bisa menggantikan bagi hasil pendapatan dari aktivitas grup. Namun, pengadilan dengan tegas menolak klaim tersebut. Hakim menjelaskan bahwa bonus tanda tangan dan bagi hasil pendapatan diatur dalam pasal yang berbeda, sehingga bonus tersebut murni merupakan kompensasi atas nilai jual dan popularitas para anggota saat direkrut, bukan sebagai pengganti hak penghasilan mereka.
Meski tengah menghadapi transisi hukum yang sulit, sembilan member THE BOYZ berkomitmen untuk tetap profesional. Mereka memastikan akan tetap menjalankan jadwal pekerjaan yang sudah dikonfirmasi sebelum pemutusan kontrak ini terjadi demi menjaga janji kepada penggemar dan meminimalkan kerugian bagi pihak ketiga. Bahkan, dilaporkan bahwa para member tetap berlatih keras setiap hari dan secara pribadi menanggung biaya operasional tertentu agar tetap bisa memberikan penampilan terbaik dalam konser mendatang.
Menutup pernyataan resminya, para member menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kekhawatiran yang timbul akibat konflik ini. Mereka berharap sisa permasalahan administratif dapat segera diselesaikan dengan damai dan cepat.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.



