Park Na Rae akhirnya buka suara terkait berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya di tengah konflik dengan dua mantan manajernya, A dan B. Na Rae merilis pernyataan terkait dengan posisinya ini dalam wawancara yang dilakukan dengan media Korea Selatan kemarin, 14 Januari 2026.
Dalam wawancara itu, Na Rae dengan tegas membantah tudingan pelecehan di tempat kerja, gaji yang tidak dibayarkan, serta keterlambatan penggantian biaya. Ia menjelaskan bahwa masing-masing manajer telah dibekali kartu kredit perusahaan dengan batas 50 juta Won per bulan, sehingga klaim biaya tertunggak dinilai tidak masuk akal. Ia juga menegaskan tidak pernah ada kesepakatan terkait kenaikan gaji maupun insentif 10%.
Terkait isu resep obat yang diwakilkan, Park mengakui pernah melakukannya dua kali dan menyatakan siap bertanggung jawab secara hukum jika hal tersebut dianggap melanggar aturan. Ia juga membantah tuduhan penggelapan dana, menjelaskan bahwa tugas pencatatan keuangan dan kontrak sebelumnya dipercayakan kepada mantan kekasihnya dengan sistem gaji resmi. Sementara itu, keterlibatan Ibunya disebut hanya sebatas membantu pekerjaan promosi yang terdokumentasi dengan baik.
Park Na Rae menambahkan bahwa ia sempat mengira konflik telah selesai setelah mantan manajernya menyatakan masalah telah diselesaikan. Namun, ia menolak tawaran damai yang mengharuskannya mengakui hal-hal yang tidak pernah terjadi. Na Rae menegaskan bahwa ia memiliki bukti kuat, termasuk riwayat pesan selama tiga tahun, dan berencana menempuh jalur hukum untuk meluruskan kebenaran.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.



