SM Entertainment merilis perkembangan terbaru terkait langkah hukum mereka terhadap pelaku kejahatan deepfake yang menargetkan artisnya. Hal itu disampaikan dalam pernyataan yang dirilis pada hari ini, 10 April 2026.
Melalui pernyataan yang dirilis, agensi tersebut menegaskan komitmennya untuk melindungi privasi dan martabat artis mereka dari berbagai tindakan merugikan. Tindakan itu diantaranya mulai dari penyebaran hoaks hingga pelecehan seksual berbasis digital.
Dalam pernyataan resminya, SM Entertainment menyoroti bahwa pembuatan, distribusi, hingga kepemilikan konten asusila hasil rekayasa (deepfake) adalah tindakan kriminal yang serius. Selain mempermalukan artis secara seksual, konten tersebut juga merusak reputasi mereka karena dapat menggiring opini publik yang keliru. Agensi pun secara aktif bekerja sama dengan pihak berwajib untuk mengumpulkan bukti dan memastikan para pelaku mendapatkan hukuman seberat-beratnya.
Hingga saat ini, sebagian besar tersangka dalam kasus deepfake ini telah berhasil ditangkap. Sebanyak 12 orang telah dijatuhi hukuman penjara atas pelanggaran Undang-Undang Kasus Khusus tentang Penghukuman Kejahatan Seksual. Beberapa pelaku utama, seperti Park, Lee, dan Go, mendapatkan vonis penjara berkisar antara 2,5 hingga 4 tahun, ditambah dengan pembatasan kerja serta kewajiban mengikuti program rehabilitasi kekerasan seksual. Meski para terdakwa sempat mengajukan banding, pengadilan menolak permohonan tersebut sehingga hukuman mereka kini telah bersifat inkrah.
SM Entertainment juga memperingatkan para pelaku yang mencoba bersembunyi di balik platform media sosial luar negeri yang bersifat anonim. Agensi telah menjalin kerja sama dengan beberapa firma hukum di Amerika Serikat untuk melacak jejak digital para pelaku. Hasilnya, para individu tersebut tetap bisa ditangkap tanpa terkecuali dan saat ini tengah menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.
Sebagai penutup, agensi mengimbau masyarakat untuk menjauhi aktivitas ilegal tersebut mengingat sanksi pidana yang diberlakukan kini sangat ketat. SM Entertainment juga menyampaikan apresiasi kepada platform seperti Telegram, X (Twitter), Instagram, Discord, dan DC Inside atas bantuan mereka dalam menuntaskan kasus-kasus ini demi melindungi hak dan kepentingan para artis.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.
