Gugatan hukum atas dugaan plagiarisme yang sempat membayangi lagu “SWIM” milik BTS akhirnya resmi berakhir. Hal itu diketahui lewat laporan yang dirilis oleh Billboard pada hari ini, 5 November 2026.
Menurut laporan Billboard, para pengacara yang mewakili tiga penulis lagu, yakni Steve Cooper, Jon Sandler, dan Greylyn Johnson, telah mengajukan permohonan ke pengadilan pada Rabu, 4 November, untuk mencabut gugatan tersebut secara keseluruhan.
Ketiga penulis lagu tersebut sebelumnya melayangkan gugatan pada bulan Juli lalu di Pengadilan Distrik California Pusat. Dalam gugatannya, mereka mengeklaim bahwa “SWIM” memiliki kemiripan yang substansial dengan demo tak dirilis berjudul sama yang mereka rampungkan pada Maret 2025 dan dikirimkan ke berbagai pihak pada bulan yang sama. Aduan tersebut menyoroti kemiripan pada bagian melodi, korus, harmoni, ritme, serta lirik, yang diperkuat oleh analisis seorang pakar musikologi, sembari menuntut ganti rugi finansial serta pembagian keuntungan dari lagu tersebut. Pihak tergugat meliputi HYBE, HYBE America, Big Hit Music, serta para pencipta lagu yang terlibat dalam pembuatan “SWIM”, termasuk musisi Ryan Tedder dari band OneRepublic. Sementara itu, para member BTS sendiri tidak dimasukkan sebagai pihak tergugat.
BigHit Music langsung menepis tuduhan tersebut dengan tegas sejak awal. Pihak agensi menyatakan bahwa gugatan tersebut hanya didasarkan pada klaim sepihak dari para penggugat dan menegaskan secara gamblang bahwa “SWIM” adalah karya yang diciptakan secara independen.
Alasan di balik keputusan pihak penggugat untuk mencabut gugatan masih belum diketahui secara pasti. Billboard melaporkan bahwa dokumen pengajuan tersebut tidak mencantumkan keterangan apakah kedua belah pihak telah mencapai kata sepakat atau penyelesaian di luar pengadilan, dan tidak ada tanggapan langsung dari kedua kubu saat dimintai komentar. Kasus ini pun tergolong sangat singkat karena masih berada di tahap paling awal, bahkan, tim kuasa hukum HYBE belum sempat mengajukan tanggapan formal atas tuduhan tersebut ketika permohonan pencabutan ini diajukan ke pengadilan.
Perkara ini bukan satu-satunya sengketa hak cipta yang membayangi era album “ARIRANG”. Sebelumnya, sebuah gugatan terpisah di Virginia yang dilayangkan oleh penggugat berbeda terkait lagu-lagu yang belum dirilis telah resmi ditolak dan ditutup oleh pengadilan pada bulan Oktober lalu, setelah sang hakim menilai klaim tersebut tidak berdasar (frivolous) dan memutuskan kemenangan bagi BTS serta jajaran perusahaan HYBE. Dengan pengajuan terbaru pada Rabu ini, sengketa terkait lagu “SWIM” kini menyusul jalur yang sama, ditutup atas permintaan pihak penuduh sendiri, bahkan sebelum persidangan yang membahas substansi musiknya sempat digelar.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.
