Jalani Sidang Kedua Kasus Pemerasan, Mantan Manajer Klaim Tak Pernah Ancam Park Na Rae

park na rae

Sumber gambar: Naver

Mantan manajer komedian Park Na Rae, yang diidentifikasi sebagai A dan B, dengan tegas membantah tuduhan pemerasan yang diarahkan kepada mereka. Keduanya berdalih bahwa mereka hanya menuntut hak berupa kompensasi yang memang belum dibayarkan usai meninggalkan perusahaan, serta sama sekali tidak pernah melontarkan ancaman kepada sang komedian.

Pengadilan Distrik Seoul Barat baru saja menggelar sidang lanjutan yang kedua pada 20 Oktober lalu, terkait kasus yang menjerat kedua mantan manajer tersebut atas dakwaan melanggar Undang-Undang tentang Hukuman Tindak Kekerasan (pemerasan bersama-sama).

Kedua terdakwa dituduh telah meminta uang sebesar 250 juta Won dari Park Na Rae, yang nilainya setara dengan 10% dari pendapatan perusahaan sang komedian pada tahun 2024 lalu. Kendati demikian, tidak ada transaksi pengiriman uang yang pernah terjadi.

Dalam persidangan tersebut, kuasa hukum terdakwa B dengan tegas membantah seluruh tuduhan. “Kami hanya menuntut jumlah wajar yang memang merupakan hak atas upah yang belum dibayarkan setelah kontrak kerja berakhir. Kami tidak pernah mengancam Park Na Rae untuk memeras uang, dan terdakwa B juga tidak pernah bersekongkol dengan A,” ujarnya.

Pihak pengadilan sempat meminta klarifikasi lebih lanjut dengan bertanya, “Apakah maksud Anda kalian tidak pernah meminta persentase tertentu, melainkan hanya menuntut gaji atau tunjangan yang tertunda?”

Menanggapi pertanyaan tersebut, pihak B menjawab, “Benar begitu.”

Sementara itu, terdakwa A juga telah membantah tuduhan serupa pada sidang pertamanya. A bersikeras bahwa tindakan yang dilakukan merupakan bentuk penggunaan hak yang sah, termasuk menuntut hak atas uang pesangon. A menekankan bahwa pihaknya tidak memiliki niat sedikit pun untuk mengancam Park Na Rae ataupun memperoleh uang secara melawan hukum.

Selain dakwaan pemerasan, A juga dihadapkan pada tuduhan penggelapan dana perusahaan milik Park Na Rae senilai kurang lebih 44 juta won (sekitar 32.963 dolar AS). 

Atas dasar itu, jaksa penuntut turut menjerat A dengan pasal penggelapan dalam jabatan serta penipuan yang melibatkan penggunaan komputer dan perangkat elektronik lainnya.

Menanggapi tuduhan tersebut, tim pembela hukum A menjelaskan, “Sebesar 24 juta won dari total dana tersebut sebenarnya ditransfer dengan persetujuan dari Park Na Rae.” 

Mereka juga berargumen bahwa sebagian alat bukti yang dikumpulkan selama proses penyidikan diperoleh melalui cara-cara yang tidak sah secara hukum.

Konflik hukum antara Park Na Rae dan para mantan manajernya ini telah bergulir sejak bulan Desember tahun lalu. Perselisihan bermula ketika kedua mantan karyawannya tersebut melayangkan berbagai tuduhan, mulai dari dugaan pelecehan di tempat kerja hingga masalah klaim biaya operasional yang belum dibayarkan.

Sebagai buntut dari perseteruan ini, A dan B sempat melaporkan Park Na Rae atas sejumlah dugaan pelanggaran, termasuk penganiayaan berat, pencemaran nama baik melalui penyebaran informasi palsu, serta pelanggaran Undang-Undang Jaringan Informasi dan Komunikasi. Mereka bahkan turut menyerahkan petisi resmi kepada Kantor Ketenagakerjaan dan Buruh Regional Seoul.

Tidak tinggal diam, Park Na Rae kemudian melayangkan gugatan balik terhadap kedua mantan manajernya melalui Kantor Polisi Yongsan di Seoul, dengan tuduhan percobaan pemerasan serta penggelapan dalam jabatan.

Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.

Exit mobile version