Para penggemar NewJeans kini tengah menyoroti isu sensitif yang menimpa salah satu member-nya, Hanni. Agensi yang menaunginya, ADOR, resmi dilaporkan ke polisi setelah diduga membocorkan informasi visa pribadi sang idola di tengah konflik perselisihan kontrak yang sedang berlangsung.
Pada 28 Juli, pengamat budaya Kim Seongsu mengumumkan bahwa dirinya telah mengajukan laporan pidana terhadap ADOR dan beberapa eksekutifnya atas tuduhan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait penetapan status hukum agensi tersebut.
Konflik ini memuncak setelah pihak ADOR diduga sengaja membocorkan rincian data visa milik penyanyi berdarah Vietnam-Australia tersebut ke media massa. Lebih parahnya lagi, Kim Seongsu menyebutkan bahwa informasi tersebut diduga dimanfaatkan untuk menggiring opini publik dan melabeli Hanni sebagai “penduduk ilegal”, sebuah langkah yang dinilai sangat berpotensi merusak reputasi serta karier profesional sang artis.
Berdasarkan laporan yang beredar, masa berlaku visa awal Hanni memang sempat habis di tengah perselisihan kontraknya dengan ADOR. Setelah memutuskan keluar dari agensi, ia menghadapi kendala birokrasi dalam memenuhi persyaratan penerbitan visa baru, yang kemudian memicu spekulasi media mengenai status tinggalnya.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi industri hiburan mengenai krusialnya perlindungan data pribadi para artis, terutama di tengah konflik hukum yang memanas. Tindakan melaporkan ADOR ini pun makin menyoroti sejauh mana batasan etika pengelolaan data sensitif dalam perselisihan antara manajemen dan senimannya.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.



