Agensi dari grup KPop SEVENTEEN merilis perkembangan terbaru mengenai langkah hukum yang mereka ambil untuk melindungi hak-hak artisnya. Update tersebut disampaikan oleh agensi dari grup itu, PLEDIS Entertainment, pada hari ini, 30 Maret 2026.
Lewat pernyataan yang dirilis, PLEDS Entertainment menegaskan bahwa mereka tetap konsisten dengan kebijakan nol toleransi terhadap segala bentuk unggahan jahat. Unggahan jahat itu diantaranya termasuk penyebaran informasi palsu, penghinaan, hingga pencemaran nama baik yang menyerang para member grupnya.
Salah satu perkembangan signifikan datang dari kasus pencemaran nama baik member SEVENTEEN melalui pernyataan palsu yang kini telah dialihkan dari pihak kejaksaan ke pengadilan. PLEDIS secara aktif bekerja sama dengan otoritas terkait dan menyerahkan opini tambahan untuk memastikan terdakwa mendapatkan sanksi hukum yang berat.
Selain itu, upaya pengejaran terhadap akun-akun jahat internasional di platform seperti X dan Google menunjukkan kemajuan besar. Berdasarkan putusan pengadilan Amerika Serikat yang mengabulkan tuntutan subpoena, agensi telah mendapatkan informasi identitas dari akun-akun yang selama bertahun-tahun secara konsisten menyebarkan fitnah. Informasi ini kini tengah diverifikasi lebih lanjut oleh otoritas domestik untuk proses hukum selanjutnya.
Masalah keamanan internal dan percaloan tiket juga menjadi fokus utama dalam laporan kali ini. Mengacu pada preseden hukum di mana denda dijatuhkan atas kebocoran informasi rahasia, PLEDIS berkomitmen memperkuat sistem keamanan internal mereka guna mencegah pelanggaran serupa. Di sisi lain, kolaborasi panjang dengan kepolisian akhirnya membuahkan hasil dalam memberantas sindikat calo tiket profesional. Kelompok yang menggunakan program macro untuk memborong tiket dan meraup keuntungan ilegal hingga 7 miliar Won kini telah ditangkap. PLEDIS menegaskan akan terus memantau dan menindak tegas praktik manipulasi tiket yang sangat merugikan penggemar ini.
Agensi juga memberikan perhatian khusus bagi para anggota SEVENTEEN yang saat ini sedang menjalankan tugas wajib militer. Segala bentuk fitnah atau spekulasi yang tidak berdasar mengenai kehidupan pribadi mereka selama bertugas dianggap sebagai pelanggaran serius yang dapat merusak lingkungan pengabdian mereka. PLEDIS akan melakukan pemantauan ekstra ketat terhadap konten semacam ini dan memastikan akan mengambil tindakan hukum tanpa adanya penyelesaian damai atau keringanan.
Sebagai penutup, PLEDIS menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi penggemar yang terus mengirimkan laporan melalui situs resmi perlindungan hak artis HYBE. Meski proses hukum memerlukan waktu yang tidak sebentar karena prosedur yang kompleks, agensi memastikan bahwa setiap pelaku akan dimintai pertanggungjawaban secara penuh hingga kasus tuntas.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.
