Pihak Danielle eks NewJeans akhirnya buka suara untuk melakukan pembelaan terkait dengan gugatan yang dilayangkan oleh ADOR. Pembelaan ini disampaikan dalam proses persidangan yang digelar pada hari ini, 26 Maret 2026.
Dalam persidangan tersebut, kuasa hukum Danielle menyoroti dampak buruk yang mungkin timbul jika proses hukum ini berjalan berlarut-larut. Mengingat karakteristik industri idol yang sangat bergantung pada masa aktif yang terbatas, penundaan kasus dinilai akan merugikan sang idola secara tak terelakkan.
Pihak sang idola menuding jika ADOR sengaja memperlambat proses hukum. Mereka menyatakan bahwa sebagai agensi, ADOR seharusnya paham bahwa waktu adalah aset krusial bagi seorang artis. Mereka juga mengkritik permintaan ADOR untuk menunda sidang persiapan dan mendesak pengadilan agar kasus ini segera diselesaikan melalui prosedur yang lebih efisien.
Menanggapi tudingan tersebut, ADOR menegaskan bahwa gugatan ini murni mengenai ganti rugi dan penalti pelanggaran kontrak, bukan upaya menghambat karier. ADOR berargumen bahwa Danielle sendiri memiliki kebebasan untuk memutuskan apakah ingin tetap melanjutkan aktivitas di industri hiburan selama proses hukum berlangsung.
Konflik ini memuncak pada Desember tahun lalu, saat ADOR memutus kontrak Danielle dan mengajukan gugatan senilai 43,09 miliar Won (sekitar Rp500 miliar). ADOR bersikeras bahwa salah satu anggota keluarga Danielle berperan besar dalam memicu perselisihan internal.
Pihak agensi menuduh tindakan tersebut sebagai penyebab utama hengkangnya member NewJeans dan tertundanya agenda kembalinya grup ke dunia musik. ADOR menyatakan akan terus mengejar pertanggungjawaban hukum secara penuh terhadap semua pihak yang terlibat dalam kerugian perusahaan tersebut.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.
