Tim produksi dari “Match to Marry,” akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait tudingan yang menyeret salah satu pesertanya. Tanggapan itu dirilis oleh tim produksi dari acara tersebut pada hari ini, 21 Januari 2026.
Sebelumnya, kemarin, program investigasi JTBC, “Crime Chief” menayangkan laporan tentang seorang perempuan berusia 40-an. Perempuan itu mengaku terkejut setelah melihat perempuan yang disebut sebagai selingkuhan suaminya muncul dalam acara “Match to Marry”. Laporan itu juga menyebut putusan pengadilan perceraian menyatakan bahwa sang suami dan perempuan tersebut bertanggung jawab atas runtuhnya pernikahan.
Menanggapi laporan itu, tim produksi “Match to Marry” menyatakan bahwa mereka baru mengetahui masalah tersebut belakangan ini. Pihak produksi menegaskan bahwa seluruh peserta menandatangani kontrak yang menjamin tidak memiliki riwayat kontroversi sosial, termasuk kasus perselingkuhan, dengan sanksi yang berlaku jika pernyataan tersebut dilanggar.
Tim produksi juga mengumumkan akan meminimalkan penayangan peserta terkait di episode-episode selanjutnya. Mereka juga akan membahas langkah lanjutan secara internal.
“Match to Marry” sendiri tayang perdana pada 1 Januari di SBS. Acara ini menampilkan 10 pria dan wanita lajang yang ingin menikah untuk tinggal selama enam hari lima malam bersama ibu masing-masing.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.
