Tim produksi acara “Battle of Fates 49” menyampaikan permintaan maaf menyusul kontroversi yang terjadi dalam tayangan mereka. Permintaan maaf tersebut disampaikan oleh tim produksi pada hari ini, 24 Februari 2026.
Pada pagi tadi, tim produksi merilis pernyataan yang menyampaikan belasungkawa serta penghormatan kepada para korban yang kisahnya ditampilkan dalam acara tersebut. Mereka juga menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
Tim produksi “Battle of Fates 49” kemudian menjelaskan bahwa dalam salah satu segmen, seorang dukun melakukan pembacaan tanpa mengetahui identitas almarhum. Tim produksi mengakui kesalahan tersebut dan meminta maaf kepada para korban, keluarga yang mungkin terluka, rekan kerja mereka, serta semua pihak yang merasa terganggu.
Pihak produksi juga menyatakan tengah mendengarkan aspirasi keluarga korban dan berupaya mencari solusi. Selain itu, mereka juga mengakui bahwa sebelumnya kurang mempertimbangkan dampak emosional dari tayangan tersebut. Ke depannya, mereka berjanji akan lebih berhati-hati serta memperketat proses peninjauan internal dan produksi.
Kontroversi ini bermula dari episode kedua program Disney+ tersebut yang menghadirkan misi bertajuk “Menebak Penyebab Kematian.” Dalam segmen itu, para peserta diminta menebak penyebab kematian hanya berdasarkan petunjuk terbatas.
Salah satu kasus yang ditampilkan adalah mendiang pemadam kebakaran bernama Sersan Kim Chul Hong, yang gugur saat menjalankan tugas dalam kebakaran tahun 2001 di Hongje-dong, Seodaemun-gu, Seoul. Beberapa peserta berspekulasi mengenai kemungkinan penyebab kematian seperti runtuhan bangunan, kobaran api, atau tertimpa benda berat berdasarkan tafsir ramalan. Setelah tayang, banyak penonton menilai segmen tersebut tidak menghormati almarhum.
Keluarga Kim Chul Hong juga menyampaikan kemarahan mereka. Pihak keluarga mempertanyakan mengapa kematian seseorang yang mengorbankan diri demi menyelamatkan orang lain justru digambarkan dengan cara seperti itu.
Dewan Tempat Kerja Pejabat Kepolisian Nasional pun menuntut permintaan maaf terbuka dari pihak penyiar, permohonan maaf resmi kepada keluarga korban dan seluruh jajaran kepolisian di seluruh negeri, serta penghapusan segera episode terkait.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.
