Keputusan agensi untuk menghentikan sementara aktivitas Chaewon LE SSERAFIM kini berbuntut panjang. Hal itu diketahui berdasarkan berbagai unggahan yang beredar luas di sosial media sejak beberapa hari belakangan.
Melalui unggahan tersebut, terlihat jika oknum penggemar LE SSERAFIM kini menggelar aksi protes massal. Aksi itu dilakukan dengan mengirimkan puluhan karangan bunga duka cita ke dekat lokasi kantor HYBE yang terletak di Yongsan-gu, Seoul.
Aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap Source Music selaku agensi yang dituding abai terhadap kesehatan artisnya.
Sepanjang jalan di dekat gedung HYBE, tampak berderet karangan bunga dengan pesan-pesan bernada satir dan kecaman tajam di bagian pitanya. Beberapa tulisan yang menarik perhatian antara lain: “Semua karyawan Source Music harus coba headbanging sendiri”, “Coba tarikan koreografi yang kalian buat”, “Aktivitas dihentikan gara-gara koreografi lagu pra-rilis”, serta “Bagi agensi, headbanging lebih penting daripada kesehatan member”.
Tak hanya itu, kekecewaan fans juga dituangkan dalam kalimat yang lebih menohok, seperti: “Source Music tidak kompeten”, “Ganti nama perusahaan jadi Trash Music”, “Koreografi berlebihan yang dipaksakan”, dan “Source Music menghancurkan orang yang tidak bersalah”.
Kemarahan kolektif ini meledak setelah Source Music mengumumkan bahwa Chaewon harus beristirahat total akibat mengalami nyeri leher. Berdasarkan rekomendasi medis, sang idola terpaksa absen dari sejumlah jadwal penting, mulai dari promosi di acara musik hingga penampilan di berbagai festival universitas.
Para penggemar berargumen bahwa kondisi fisik Chaewon yang drop berkaitan erat dengan kombinasi jadwal manggung yang sangat padat dan gerakan tari yang terlalu ekstrem. Sorotan utama tertuju pada koreografi lagu pra-rilis terbaru LE SSERAFIM yang mewajibkan para member melakukan gerakan headbanging berintensitas tinggi secara berulang-ulang dalam waktu singkat.
Sejak gerakan itu pertama kali diperlihatkan, netizen sebenarnya sudah ramai mengungkapkan kekhawatiran mereka. Banyak yang berkomentar bahwa tarian tersebut sangat berbahaya karena berisiko memicu saraf kejepit (herniated disc).
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.
