Pengadilan Menangkan Min Hee Jin dalam Sengketa Put Option dengan HYBE

min hee jin

Sumber gambar: Naver

Pengadilan memutuskan memenangkan mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, dalam sengketa melawan HYBE terkait hak put option (hak jual saham) senilai sekitar 25,5 miliar Won. Ini terungkap berdasarkan proses persidangan yang berlangsung pada hari ini, 12 Februari 2026. 

Pagi tadi, Divisi Perdata Kesepakatan 31 dari Pengadilan Distrik Pusat Seoul yang dipimpin Hakim Nam In Soo memutuskan bahwa Hee Jin berhak menerima sekitar 25,5 miliar Won dari HYBE. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang tingkat pertama atas gugatan HYBE yang meminta konfirmasi penghentian perjanjian pemegang saham terhadap Hee Jin, serta gugatan balik Hee Jin yang menuntut pembayaran hasil penjualan saham kepada HYBE.

Pengadilan menyatakan bahwa pokok perkara dalam kasus ini pada dasarnya serupa dengan perkara sebelumnya. Namun, pelaksanaan hak jual saham (put option) oleh Min Hee Jin dinilai sebagai isu tersendiri. Majelis menjelaskan bahwa penggunaan put option memang berdampak pada berakhirnya perjanjian pemegang saham, tetapi penghentian hanya dapat dibenarkan apabila terdapat pelanggaran serius yang cukup signifikan. Oleh karena itu, pengadilan tidak menerima klaim HYBE yang mendasarkan pembatalan pada pelaksanaan hak jual saham tersebut, sekaligus mengakui bahwa penggunaan put option oleh Hee Jin sah secara hukum.

Selain memutuskan terkait Hee Jin, pengadilan juga menetapkan bahwa HYBE wajib membayar masing-masing 1,7 miliar Won dan 1,4 miliar Won kepada mantan Wakil Presiden ADOR, “A”, serta mantan Direktur Kreatif ADOR, “B”.

Terkait isu utama mengenai ada atau tidaknya pelanggaran berat yang dapat menjadi dasar penghentian perjanjian pemegang saham, pengadilan menilai bahwa hal tersebut tidak dapat dianggap sebagai alasan yang sah untuk mengakhiri kontrak. HYBE sebelumnya berargumen bahwa Min Hee Jin berupaya “membawa NewJeans keluar”, yang dinilai menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan, dan bahwa mereka telah memberitahukan penghentian kontrak pada Juli 2024 sehingga hak put option turut gugur. Namun, Hee Jin menegaskan bahwa perjanjian pemegang saham masih berlaku saat ia menggunakan hak tersebut.

Majelis hakim pada dasarnya menerima sebagian besar argumen Hee Jin dan menolak sebagian besar klaim HYBE. Meski diakui bahwa Hee Jin sempat mempertimbangkan kemungkinan independensi ADOR, pengadilan menilai hal itu tidak dapat dikategorikan sebagai pelanggaran berat terhadap kewajiban. Mengenai tudingan bahwa ILLIT menjiplak NewJeans, pengadilan mencatat bahwa HYBE memang telah memberikan materi terkait NewJeans kepada BELIFT LAB, serta menyatakan bahwa klaim kemiripan tersebut lebih merupakan opini atau penilaian subjektif, bukan fakta yang dapat dibuktikan secara hukum.

Menanggapi putusan tersebut, HYBE menyatakan akan mengajukan banding. Perusahaan menyebut pihaknya menyesalkan bahwa argumen mereka tidak sepenuhnya diterima oleh pengadilan dan akan menempuh langkah hukum lanjutan setelah mempelajari salinan putusan resmi.

Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.

Exit mobile version