Pelaku Pelecehan Jin BTS Ajukan Keberatan Atas Jadwal Sidang

jin bts

Sumber gambar: Naver

Seorang wanita asal Jepang yang didakwa atas kasus pelecehan seksual terhadap Jin BTS dilaporkan telah mengajukan keberatan terkait jadwal persidangannya. Hal ini dilaporkan oleh berbagai media di Korea Selatan sejak beberapa hari yang lalu. 

Sebelumnya, Kejaksaan Distrik Timur Seoul mendakwa wanita bernama “A” tanpa penahanan pada November 2025 atas tuduhan tindakan asusila secara paksa. Menindaklanjuti hal tersebut, Divisi Kriminal 9 Pengadilan Distrik Timur Seoul awalnya menjadwalkan dua sesi persidangan untuk A pada Juli 2026. Namun, A kini resmi mengajukan nota keberatan dan permohonan reservasi hak terkait jadwal tersebut. Karena pengadilan belum memberikan keputusan final atas keberatan ini, publik kini menanti bagaimana kelanjutan proses hukum ke depannya.

Menurut pihak kejaksaan, insiden pelecehan kepada Jin ini terjadi pada 13 Juni 2024 di Jamsil Indoor Gymnasium, Seoul. Saat itu, member BTS tersebut sedang menggelar acara fan meeting bertajuk “Free Hug” yang dihadiri oleh 1.000 penggemar. Ketika giliran berpelukan, A tiba-tiba mendekat dan mencium pipi sang idola secara paksa. Sang idola pun tampak terkejut dan langsung memalingkan wajahnya.

Bukannya merasa bersalah, A justru mengunggah sebuah tulisan di media sosialnya yang berbunyi, “Bibirku menyentuh leher Jin. Kulitnya sangat lembut”.

Melihat aksi tersebut, para penggemar yang geram langsung mengajukan keluhan resmi melalui Portal Petisi Nasional Korea Selatan untuk mendesak penyelidikan atas dugaan pelecehan di tempat umum.

Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Kepolisian Songpa, Seoul. Karena proses penyelidikan diperkirakan memakan waktu lama, polisi sempat menangguhkannya pada Maret 2026. 

Namun, setelah A datang ke Korea Selatan secara sukarela untuk menjalani pemeriksaan, polisi menyatakan bahwa bukti tindakan asusila tersebut sudah kuat dan langsung melimpahkan kasusnya ke kejaksaan.

Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.

Exit mobile version