Mark eks NCT menyampaikan permohonan maaf setelah menuai kecaman hebat akibat kedapatan mengenakan kaus bergambar simbol yang identik dengan ideologi sayap kanan radikal dan rasisme. Permintaan maaf ini disampaikan melalui agensinya, Upper Room, kemarin, 23 Juni 2026.
Dalam pernyataan yang dirilis, Upper Room meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan, ketidaknyamanan, serta rasa kecewa yang timbul akibat kaus vintage yang terlihat dalam foto-foto yang beredar baru-baru ini. Upper Room menjelaskan, setelah menyadari signifikansi sejarah dan sensitivitas dari simbol pada baju tersebut, mereka sebenarnya telah mengambil tindakan untuk memastikan pakaian itu tidak muncul dalam konten resmi. Namun, foto tersebut sayangnya tetap tersebar dan memicu kekhawatiran publik.
Pihak agensi menambahkan, terlepas dari apa pun niat awalnya, mereka mengakui bahwa seharusnya bisa lebih berhati-hati dalam menangani masalah ini. Kelalaian itu sepenuhnya merupakan tanggung jawab pihak agensi dan mereka sangat memahami keseriusan dari keresahan yang muncul.
Upper Room juga menutup pernyataannya dengan komitmen mereka ke depan. Mereka berjanji akan melangkah maju dengan rasa tanggung jawab, kesadaran, serta ketelitian yang lebih tinggi lagi.
Sebelumnya, kontroversi muncul setelah Mark terlihat berfoto mengenakan kaus yang menampilkan gambar bendera Konfederasi, yaitu bendera resmi blok negara bagian Selatan selama Perang Saudara Amerika. Simbol tersebut sangat lekat dengan sejarah perbudakan, sehingga kini dinilai luas sebagai lambang rasisme dan ekstremisme sayap kanan. Di beberapa wilayah di Amerika Serikat sendiri, pengibaran bendera Konfederasi maupun penjualan suvenir yang menggunakan logo tersebut sudah mulai dibatasi bahkan dilarang keras.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.
