Seorang pria berkebangsaan Tiongkok yang disebut menjadi pemimpin organisasi hacking internasional yang meretas Jungkook BTS diekstradisi ke Korea Selatan. Hal itu terungkap lewat pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Kehakiman dan Badan Kepolisian Nasional Korea hari ini, 13 Mei 2026.
Menurut pernyataan yang dirilis, pria berusia 40-an tahun berinisial “A” ini telah diterbangkan dari Bangkok ke Seoul pada hari ini.
Pihak berwenang menduga bahwa “A” mengorganisir sebuah kelompok hacking yang beroperasi di luar negeri, termasuk Thailand. “A” disebut menjalankan kelompok itu antara bulan Agustus 2023 dan April 2025 secara ilegal dengan mengakses situs milik operator seluler murah dan bisnis lainnya. Dengan menggunakan informasi pribadi yang dicuri, kelompok tersebut diduga menarik dana dari rekening keuangan para korban tanpa izin.
Para korban dilaporkan berasal dari beberapa kalangan, termasuk artis, individu kaya, profesional hukum, dan eksekutif perusahaan besar.
Jungkook termasuk di antara mereka yang menjadi target, dengan sekitar 8,4 miliar Won (5,6 juta USD) saham HYBE miliknya dilaporkan dicuri. Namun, kerugian finansial yang sebenarnya dapat dicegah setelah HYBE dengan cepat membekukan transaksi tersebut.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.
