Sejumlah pengguna media sosial mendesak IU untuk memesan dan membayar di muka makanan serta minuman bagi para demonstran di kawasan Jamsil. Aksi ini memicu perdebatan hangat di kalangan netizen mengenai etis atau tidaknya menuntut figur publik untuk memberikan dukungan finansial pada gerakan politik tertentu.
Aksi protes yang telah memasuki hari kedua di depan pusat penghitungan suara Jamsil ini dipicu oleh kekosongan surat suara dalam pemilu lokal pada 3 Juni lalu. Massa mengecam kelalaian tersebut dan menuntut agar pemilu ulang segera digelar. Karena lokasi demo dekat dengan wilayah Jamsil, akun media sosial sang musisi pun dibanjiri komentar yang meminta agar ia mengirimkan truk kopi atau membayar pesanan di gerai kopi terdekat untuk para pengunjuk rasa.
Tuntutan netizen ini rupanya berakar dari aksi sosial yang pernah dilakukan IU di masa lalu. Pada demonstrasi pemakzulan presiden beberapa tahun lalu, ia secara sukarela membayar di muka berbagai makanan hangat dan minuman di toko-toko sekitar lokasi demo untuk membantu para penggemar dan demonstran. Sebagian netizen merasa demonstrasi kali ini juga mengusung prinsip demokrasi yang sama, sehingga sang musisi sepatutnya memberikan dukungan serupa.
Kendati demikian, gelombang kritik juga berdatangan dari netizen lain yang menilai tindakan tersebut sebagai pemaksaan. Mereka berargumen bahwa melakukan donasi secara sukarela sangat berbeda dengan dipaksa untuk menuruti opini publik, apalagi untuk urusan politik yang sensitif. Kabarnya, tuntutan serupa tidak hanya menyasar IU, tetapi juga beberapa selebritas lain yang dulunya pernah menunjukkan kebaikan serupa saat masa-masa aksi pemakzulan.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.
