Menjelang konser comeback BTS yang dijadwalkan pada 21 Maret 2026 di kawasan Gwanghwamun, pemerintah Korea Selatan menetapkan langkah pengamanan ketat. Hal itu diungkap oleh Pemerintah Kota Seoul kemarin, 4 Maret 2026.
Menurut pernyataan yang dirilis, Administrasi Warisan Budaya Korea telah menyusun rencana mitigasi untuk mencegah kerusakan situs bersejarah. Selain itu, rencana mitigasi ini juga dibuat untuk menjamin keselamatan massa yang diprediksi akan membludak di area pusat Seoul tersebut.
Sebagai lokasi terdekat dengan panggung konser, Istana Gyeongbokgung akan menerapkan protokol keamanan tiga tahap. Seminggu sebelum acara, pihak pengelola mulai berkoordinasi dengan kepolisian Jongno untuk memperketat patroli perimeter serta memeriksa kondisi fisik bangunan, seperti tembok istana dan atap sirap di sekitar Gwanghwamun.
Puncak dari pengamanan ini terjadi pada hari H, yakni 21 Maret, di mana Istana Gyeongbokgung akan ditutup sepenuhnya untuk umum. Selain akses masuk, fasilitas parkir juga akan dinonaktifkan guna memastikan pengendalian area tetap kondusif. Seluruh staf akan disiagakan dalam sistem respons darurat selama acara berlangsung.
Tak hanya istana, Museum Istana Nasional Korea juga akan menghentikan operasional sementara pada hari yang sama. Tim respons darurat museum akan memantau titik-titik krusial seperti gerbang Yeongchumun, Gwanghwamun, dan Geonchunmun melalui pengawasan CCTV. Selain itu, mereka juga akan melakukan pengendalian kendaraan yang bekerja sama dengan kepolisian setempat.
Langkah ini diambil mengingat tren peningkatan wisatawan ke empat istana besar (Gyeongbokgung, Changdeokgung, Deoksugung, dan Changgyeonggung) serta Jongmyo akhir-akhir ini. Penutupan sementara ini menjadi upaya preventif pemerintah agar kemegahan warisan nasional tetap terjaga di tengah kemeriahan fenomena budaya pop tersebut.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.
