Choi Si-won Super Junior Kantongi Izin Pengadilan AS untuk Usut Haters

choi si-won

Sumber gambar: Naver

Choi Si-won Super Junior mengambil langkah hukum besar untuk mengungkap identitas orang-orang yang melontarkan komentar jahat terhadapnya di internet. Ini diketahui berdasarkan laporan yang dibuat oleh berbagai media di Korea pada 4 Juli 2026 lalu.

Berdasarkan laporan yang dibuat, disebutkan jika Pengadilan Distrik Utara California, Amerika Serikat, telah mengabulkan permohonan pretrial discovery yang diajukan Siwon terhadap 10 pengguna platform digital, termasuk X (Twitter) dan YouTube. Keputusan ini memungkinkan Siwon mendapatkan informasi penting yang ia butuhkan untuk melanjutkan gugatan ganti rugi perdata di Korea Selatan.

Kasus ini bermula ketika Choi Si-won mengunggah beberapa peribahasa Mandarin dan ayat Alkitab di media sosialnya. Unggahan tersebut dibuat tak lama setelah mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, menerima vonis pidana tingkat pertama. Unggahannya yang memuat frasa tentang keadilan dan kehancuran itu langsung menuai berbagai interpretasi politik liar, yang kemudian memicu gelombang serangan pribadi dan komentar fitnah dari netizen di dunia maya.

Sebagai respons atas tindakan pencemaran nama baik dan penghinaan tersebut, Siwon melayangkan gugatan perdata. Karena para pelaku menggunakan platform global asal AS, tim hukum Siwon memanfaatkan prosedur discovery, sebuah sistem hukum khas Amerika Serikat yang memungkinkan pihak berperkara mengumpulkan bukti penting sebelum sidang dimulai. Pengadilan AS meloloskan tuntutan tersebut karena dinilai hanya meminta data minimum yang diperlukan untuk mengidentifikasi pelaku, bukan informasi yang terlalu luas.

Langkah hukum agresif ini sejalan dengan komitmen SM Entertainment yang berjanji akan menindak tegas segala bentuk rumor palsu dan pelecehan online demi melindungi artis mereka. Dengan adanya lampu hijau dari pengadilan AS, tim hukum Choi Si-won kini bersiap mengantongi data pribadi para pemilik akun anonim tersebut, mulai dari nama, tanggal lahir, hingga alamat rumah. Begitu identitas mereka terungkap, proses gugatan hukum yang sedang berjalan di Korea Selatan dipastikan akan bergerak jauh lebih cepat.

Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.

Exit mobile version