Berkas kasus Lee Hanee telah dilimpahkan ke kejaksaan atas dugaan menjalankan bisnis manajemen hiburan tanpa pendaftaran resmi. Hal ini terungkap berdasarkan pernyataan yang dirilis oleh Kantor Polisi Gangnam Seoul pada hari ini, 24 Desember 2025.
Lewat pernyataan yang dirilis, Kepolisian Gangnam Seoul mengungkap telah menyerahkan kasus Lee Hanee, suaminya yang berinisial Jang, serta perusahaan mereka Hope Project ke Kejaksaan Distrik Pusat Seoul.
Sebelumnya, Lee Hanee dan suaminya mendirikan Hanee Co., Ltd. pada 2015 dan kemudian mengganti nama perusahaan tersebut. Namun, keduanya tetap menjalankan kegiatan manajemen artis tanpa mendaftarkannya sebagai perusahaan perencanaan budaya populer, yang diwajibkan oleh hukum.
Berdasarkan undang-undang yang berlaku, individu atau badan usaha yang menjalankan aktivitas manajemen hiburan tanpa registrasi dapat dikenai hukuman hingga dua tahun penjara, denda maksimal 20 juta won, serta sanksi penghentian usaha. Setelah praktik tak terdaftar ini terungkap, laporan resmi diajukan dengan alasan bahwa ketidaktahuan hukum tidak dapat dijadikan pembenaran, terutama bagi figur publik dengan pengaruh besar
Menanggapi hal ini, agensi Lee Hanee menegaskan bahwa kewajiban pajak telah dipenuhi sesuai hukum dan perbedaan penafsiran menjadi penyebab munculnya tagihan tambahan. Sementara itu, pengacara Jung Tae Won menyebut bahwa jika tidak ditemukan unsur kesengajaan serius dan pendaftaran akhirnya dilengkapi, kasus semacam ini berpotensi diselesaikan dengan denda atau penangguhan tuntutan, sekaligus menjadi momentum untuk meninjau kepatuhan hukum perusahaan milik artis lainnya.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.
