Agensi Fantasy Boys Resmi Ajukan Banding Atas Penangguhan Kontrak 6 Member

fantasy boys

Sumber gambar: Naver

Agensi Funky Studio dan PocketDol Studio secara resmi menyatakan keberatan dan mengajukan banding atas putusan pengadilan yang mengabulkan penangguhan kontrak eksklusif enam member Fantasy Boys. Hal itu disampaikan oleh agensi tersebut pada 18 April 2026 lalu.

Melalui pernyataan yang dirilis, pihak agensi menyampaikan penyesalan mendalam terhadap keputusan tersebut dan menyebut argumen hukum pengadilan sebagai sebuah “lompatan logika.” Mereka bersikeras bahwa permasalahan ini belum selesai dan bertekad untuk memenangkan posisi mereka melalui persidangan utama yang akan datang.

Keputusan pengadilan untuk memutuskan hubungan kerja ini sebenarnya berakar pada masalah transparansi finansial. Hakim menyoroti adanya ketidakjelasan dalam data penyelesaian pembayaran dan hilangnya berbagai bukti kuitansi penting, yang dinilai telah merusak fondasi kepercayaan antara artis dan agensi. Namun, di balik sengketa administratif tersebut, kasus ini membuka tabir mengenai konflik yang jauh lebih serius terkait kegagalan operasional agensi dalam mengelola karier dan kehidupan pribadi para anggota.

Salah satu topik yang paling menyita perhatian publik adalah munculnya spekulasi mengenai “sinyal tangan SOS” yang diduga dilakukan oleh member Fantasy Boys dalam beberapa konten promosi masa lalu. Meskipun belum ada konfirmasi hukum atau pernyataan langsung dari para member yang memverifikasi bahwa gerakan tersebut adalah permintaan tolong yang disengaja, sinyal ini menjadi titik fokus bagi para penggemar. Kekhawatiran penggemar pun semakin memuncak seiring munculnya berbagai bukti mengenai memburuknya kondisi kesehatan dan keselamatan grup tersebut.

Dugaan kelalaian agensi semakin diperkuat dengan laporan mengenai kondisi asrama yang sangat memprihatinkan pada akhir tahun 2025. Terungkap bahwa aliran listrik di tempat tinggal mereka sempat diputus total karena tagihan yang tidak dibayar oleh pihak manajemen. Selain itu, para member Fantasy Boys dilaporkan terpaksa mengenakan jaket musim dingin yang tebal di dalam ruangan karena mesin pemanas (boiler) yang rusak tidak kunjung diperbaiki, yang menunjukkan pengabaian terhadap kebutuhan dasar hidup mereka.

Selain masalah fasilitas fisik, pihak agensi juga menghadapi tuduhan kelalaian administratif yang mengancam status hukum member asing. Funky Studio dan PocketDol Studio dituding tidak profesional dalam mengelola dokumen residensi Kaedan dan Hikaru, sehingga terjadi keterlambatan dalam perpanjangan visa mereka. Serangkaian masalah ini, mulai dari krisis finansial hingga pengabaian kesejahteraan, kini menjadi sorotan utama dalam persidangan yang mempertaruhkan masa depan karier para anggota Fantasy Boys.

Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.

Exit mobile version