ADOR secara terang-terangan menuduh mantan CEO mereka, Min Hee Jin sebagai dalang utama di balik layar yang menghasut member NewJeans untuk memutuskan kontrak eksklusif mereka. Tuduhan tersebut disampaikan dalam sidang kedua gugatan ganti rugi yang digelar oleh Divisi Sipil 31 Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada hari ini, 11 Juni 2026.
Dalam persidangan, agensi ini berargumen bahwa Min Hee Jin telah melanggar tanggung jawab fidusianya sebagai direktur internal, termasuk kewajiban loyalitas dan pengelolaan yang baik. Pihak agensi bahkan mengklaim bahwa Min Hee Jinsecara langsung mendorong pembatalan kontrak kerja sama tersebut.
Sebagai bukti kunci, ADOR membeberkan isi obrolan media sosial dari Oktober 2024. Agensi ini menyebut bahwa Min Hee Jin sempat berjanji kepada orang tua member NewJeans untuk “merancang strategi khusus agar mereka tidak merugi secara finansial” dan “menyiapkan kompensasi jika mereka keluar dari HYBE”. Menurut agensi ini, pernyataan ini menjadi bukti kuat adanya upaya aktif untuk memengaruhi dan mengatur proses pemutusan kontrak.
Tak hanya menyasar Min Hee Jin, ADOR juga menyeret nama keluarga salah satu member, Danielle. Pihak agensi menuding keluarga Danielle sebagai pihak yang paling proaktif bekerja sama dalam aksi ilegal Min Hee Jin tersebut, sekaligus mempertanyakan apakah keputusan yang diambil selama ini benar-benar murni atas kemauan para member sendiri.
Saat ini, ADOR tengah melanjutkan gugatan ganti rugi terhadap Danielle, keluarganya, serta Min Hee Jin atas dugaan pelanggaran kontrak eksklusif. Dalam sidang terbaru ini, agensi ini juga merevisi nominal tuntutan ganti rugi mereka, yang semula sebesar 43,1 miliar Won diturunkan menjadi 33,09 billion Won.
Vibers, temukan berbagai informasi seputar KPop lainnya bersama Vibrance di Google News.
